Mukmin sejati harus memiliki hati yang lapang seluas lautan samudera, mau sepahit apapun kejadian akan mudah larut & tak terasa. Untuk itu, mari kita memohon kelapangan hati dan kemudahan dalam segala urusan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَالَ رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي
“Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 25)
وَيَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي
“dan mudahkanlah untukku urusanku,”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 26)
وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةً مِّن لِّسَانِي
“dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 27)
يَفۡقَهُواْ قَوۡلِي
“agar mereka mengerti perkataanku,”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 28)
Dalam hidup ini adakalanya bunded, terjebak dalam ruang sempit gelap sehingga nafas pun sesak, tapi ketika tampak ada lobang cahaya maka ada harapan, begitulah Allah memberikan harapan bagi orang yang sudah hidup sesuai aturan Allah.
Tapi jika hati kita sempit seukuran gelas, satu kejadian saja sudah cukup membuat hidup kita “GEGANA” (Gelisah Galau Merana) berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Melapangkan hati adalah pekerjaan hati, perlu mengalaminya sendiri, perlu latihan yang panjang & yang jelas membutuhkan ilmu serta pemahaman yang baik.
Hari ini kecewa tidak apa-apa, besok lusa sudah tidak terasa karena hati sudah semakin luas. Karena hati sudah bisa menerimanya dengan ikhlas.
Maka bagaimanapun keadaan kita, latihlah hati untuk senantiasa bersyukur, & bukan hanya karena kita sendiri mendapat kebahagiaan, tapi saat orang lain mendapat kebahagiaan. Karena dari sifat rendah hati itulah, Allah akan menambahkan kebahagiaan kepada kita.
Dengan melapangkan hati, maka Allah akan melapangkan rezeki.
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.
Penulis H Amien Mujaddid
Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PDPM Kota Yogyakarta