Yogyakarta – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan Baitul Arqam Dasar (BAD) pada 14 dan 20–21 September 2025. Kegiatan dengan tema besar “Dakwah Milenial dan Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah” ini berlangsung selama 2 sesi dan ddikuti oleh perwakilan cabang pemuda Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta.
Pembukaan yang Khidmat
Sesi pertama digelar di Masjid Padepokan KH. Ahmad Dahlan Yogyakarta, diawali dengan sambutan Ketua PDPM Kota Yogyakarta, Muhammad Tegar Yudha, dilanjutkan sambutan hangat dari Ketua PWPM DIY, Muhammad Arif Darmawan. Secara resmi, BAD dibuka oleh Edi Sukoco, mewakili PDM Kota Yogyakarta.
Seremonial pengalungan co-card peserta serta penyerahan mandat master of trainer (MoT) dari PDPM kepada instruktur menjadi simbol dimulainya kegiatan. Sebanyak 24 peserta dari lima cabang — Kotagede, Mantrijeron, Pakualaman, Wirobrajan, dan Mergangsan — turut serta dalam pelatihan kader ini.
Materi Berlapis, Spirit Berlipat
Baitul Arqam Dasar (BAD) Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta menghadirkan rangkaian materi yang beragam, menguatkan aspek pemikiran, spiritual, hingga keterampilan kepemimpinan.
Pada hari pertama, para peserta mendapat bekal pemikiran dan spiritual melalui pemantapan Tauhid yang disampaikan Al-Ustaz Andy Putra Wijaya, materi Sejarah dan Ideologi Muhammadiyah oleh Al-Ustaz Iwan Setiawan, serta penguatan Etos Kerja dalam Islam dari Imam Abror.
Sesi kedua berlangsung di Dolan Ndeso, Kalibawang, Kulon Progo, dengan nuansa alam yang semakin membangkitkan semangat peserta. Pada kesempatan ini, peserta berlatih Fikih Ibadah (praktik salat) bersama Al-Ustaz Budi Jaya Putra, serta memperdalam materi Self Awareness yang dibawakan oleh Ghifari Yuristiadi. Hari tersebut juga diisi dengan kajian Fathul Qulub selepas Subuh.
Tidak hanya memperkaya pengetahuan, kegiatan ini juga dirancang untuk mempererat ukhuwah. Para peserta diajak mengikuti outbound gembira bersama instruktur Akhsanul Fikri. Suasana kebersamaan kemudian diperdalam melalui sesi refleksi diri dengan metode SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration, Result) yang dipandu Sholahuddin Albani.
Sebagai penutup, peserta mendapat penguatan materi ke-Kokaman dari Akhid Widi Rahmanto, Pelopor Penggerak Kokam DIY sekaligus Wakil Ketua PDM Kota Yogyakarta.
Lebih dari Sekadar Pelatihan
BAD kali ini bukan hanya forum transfer ilmu, tetapi juga ruang ijtihad kolektif-kolegial. Melalui forum group discussion (FGD), peserta memetakan strategi gerakan pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman, baik dari faktor internal maupun eksternal.
Menurut panitia, hasil diskusi dan refleksi akan diwujudkan dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL). Setiap peserta diharapkan mampu menghidupkan kajian-kajian di cabang masing-masing serta menulis publikasi — baik berupa artikel ilmiah maupun karangan populer — yang mencerminkan signifikansi gerakan pemuda Muhammadiyah.
Pemuda Kompak, Gerakan Berdampak
Dengan berakhirnya BAD PDPM Kota Yogyakarta 2025, harapan besar dititipkan kepada seluruh peserta agar semakin siap mengabdi di akar rumput. Sebagaimana pesan yang mengemuka, pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai pribadi yang “kompak dan berdampak” bagi persyarikatan, umat, dan bangsa.
____
Oleh: Ahmad Amiruddin Priyatmaja