KRATON-Perayaan Idul Fitri tahun 1446 H/ 2025 M tinggal menunggu hitungan hari lagi sebagaimana maklumat Pimpinan Pusat Muhamadiyah yang menetapkan 1 Syawal pada tanggal 31 Maret 2025. Perayaan Idul Fitri juga diikuti oleh sejumlah rangkaian acara pada malam harinya yaitu takbir yang berkumandang diseluruh negeri.
Diwilayah Kemantren Kraton sendiri terdapat perlombaan Takbir yang di usung oleh pemuda-pemuda Muhammadiyah se-Kemantren Kraton. Semarak takbir tahun ini Kemantren Kraton mengusung tema“Gema Takbir Nusantara, Cahaya Islam Berkemajuan”.
Kegiatan ini dilakukan didalam lingkup benteng Kraton yang meliputi tiga Kelurahan yaitu; Kelurahan Kadipaten, Kelurahan Panembahan serta Kelurahan Patehan. Sejumlah 15 Kontingen yang mengikuti Gema Takbir Njeron Beteng akan memperebutkan juara serta tiket untuk mengikuti piala Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Peserta Gema Takbir Njeron Beteng diharuskan mengikuti 2 Technical Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 12 dan 26 Maret 2025. Harapannya Technical Meeting tersebut agar seluruh peserta dapat mematuhi tata tertib dan konsep acara yang ditentukan oleh Panitia Gema Takbir Njeron Beteng.
Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, peserta GTNB (Gema Takbir Njeron Beteng) tidak hanya dari masjid-masjid disekitar Kraton namun seluruh masyarakat bersemangat mensyiarkan islam melalui gema takbir.
Acara Gema Takbir Njeron Beteng ini juga akan dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat serta para tokoh Muhammadiyah, antara lain: Walikota Yogyakarta, perwakilan PDM Yogyakarta serta jajaran Forkompimtren Kraton.
Konsep Gema Takbir Njeron Beteng tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada kesempatan tahun ini seluruh peserta akan melakukan pawai karnaval yang dimulai dari jalan Taman dan melewati Sasono Hinggil Dwi Abad(Alun-alun kidul), hingga berakhir dijalan Gamelan Raya. Rute ini dipilih untuk memunculkan antusias yang tinggi terhadap warga Kemantren Kraton, ungkap Arbi Surya Winata saat ditemui pada Technical Meeting hari Rabu (26/03).
____
Arbi Surya Winata, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram Yogyakarta