Buah Kesabaran di Balik Kisah Nabi Ayub As.

Risalah Islam

Dalam hidup, manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya masalah. Tidak peduli sekaya apapun, sepintar apapun, sehebat apapun manusia, pasti memiliki masalahnya masing-masing. Ada yang diuji dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, dan berbagai masalah hidup lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim, shahih).

Kisah Nabi Ayub As.

Namun, tidak semua orang dapat bersabar dalam menghadapi cobaan hidup. Salah satu teladan terbaik dalam menghadapi cobaan adalah kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Kisah nabi Ayyub bukan hanya cerita biasa melainkan sebuah pelajaran berharga tentang keikhlasan dan kesabaran.

Nabi Ayyub adalah seorang nabi yang pada awalnya diberi kekayaan harta yang melimpah, keluarga yang harmonis, dan kehidupan yang lebih dari cukup. Namun kemudian, Allah menguji kesabaran beliau dengan berbagai macam musibah. Harta bendanya habis, anak-anaknya meninggal dunia, dan penyakit kulit yang sangat parah menyerang tubuhnya. Masyarakatpun mulai menjauhi beliau karena penyakit tersebut dianggap menjijikkan.

Dalam situasi yang begitu berat, Nabi Ayyub tidak patah semangat, beliau tetap teguh beriman dan tidak pernah mengeluh kepada Allah. Beliau selalu berprasangka baik kepada Allah dan mengingat bahwa semua yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah yang dapat hilang atau pergi sewaktu-waktu. Dalam keadaan tersebut, Nabi Ayyub terus berdoa:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ya Tuhanku) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. [Al-Anbiya’/21: 83]

Ibrah kesabaran

Berkat kesabaran dan keikhlasannya dalam menjalani cobaan dari Allah, akhirnya Allah mengangkat penyakitnya, mengembalikan kekayaannya, dan memberikannya keturunan yang lebih baik dari sebelumnya.

Dari kisah Nabi Ayyub kita belajar, bahwa sabar bukanlah pasrah tanpa ikhtiar. Sabar adalah seni meyakinkan diri bahwa dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Inilah mengapa sabar begitu erat kaitannya dengan keimanan dan ketauhidan.

Mereka yang mampu bersabar adalah mereka yang memiliki keyakinan dan keimanan yang tinggi untuk selalu berprasangka baik kepada Allah atas segala sesuatu yang menimpanya. Selain itu, kisah ini juga mengajarkan bahwa setiap ujian datang dengan kadar yang mampu kita tanggung, sebagaimana firman Allah:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ

Yang artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.” [Al Baqarah: 286]

Setiap ujian pasti ada hikmahnya

Sebagai menusia biasa, mungkin ujian kita tidak seberat Nabi Ayyub. Namun apapun bentuk ujian dan cobaan yang menimpa, tetaplah bersabar dan berbaik sangka kepada Allah. Karena sesungguhnya, di balik setiap ujian ada hikmah dan pelajaran yang belum kita pahami saat ini.

Kisah Nabi Ayyub menginspirasi kita bahwa kesabaran akan membawa kebaikan dan balasan yang lebih indah dari Allah. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bersabar dan senantiasa mengingat Allah dalam segala keadaan. Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis :Rahma Zuhrotul AisyahMuhafidhzah Ponpes Ibnu Juraimi Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *