Cuitan Ade Armando belakangan ini kembali menimbulkan kontroversi, ia menyebut bahwa menghafal Al-Qur’an sudah tidak lagi relevan di zaman sekarang. Cuitan tersebut pertama muncul dalam salah satu kanal Youtube yang menyiratkan bahwa penghafal Quran di era sekarang tidak ada manfaatnya.
Pernyataan ini tentu saja memicu reaksi masyarakat, terutama kalangan umat islam yang meyakini bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat, pedoman hidup yang abadi sampai hari kiamat kelak. Tapi, benarkah menghafal Al-Quran itu sudah ketinggalan zaman? Atau justru tetap menjadi sesuatu yang penting di era modern seperti sekarang ini ?
Fungsi Quran di Era Sahabat
Berdasarkan sejarah, sejak pertama kali Al Qur’an diturunkan, ia dijaga dengan hafalan. Dahulu, para sahabat nabi berlomba-lomba menghafalkannya kemudian menyampaikannya ke generasi-generasi berikutnya. Bahkan jauh sebelum Al-Qur’an akhirnya dibukukan, hafalan menjadi acuan yang utama untuk menjaga keasliannya. Allah berfirman:
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ ٩
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya [QS. Al-Hijr: 9]
Sepanjang sejarah islam, para ulama yang hafal Al-Qur’an memainkan peran penting dalam penyebaran islam. Bahkan dalam beberapa periode, hafalan Al-Qur’an menjadi syarat utama untuk jabatan tertentu, terutama dalam bidang keagamaan. Dengan hafalan yang kuat, para ulama dan orang-orang terdahulu dapat mengajarkan Al-Qur’an tanpa harus bergantung pada teks tertulis yang pada saat itu masih terbatas akses dan jumlahnya.
Menghafal Quran, masihkah relevan ?
Di zaman sekarang ini, Al-Qur’an secara teks dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi dan internet. Tapi apakah hal ini kemudian serta merta membuat hafalan Al-Qur’an menjadi sesuatu yang tidak penting? Tentu tidak bisa disimpulkan begitu saja. Menghafal Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, antara lain :
Menjaga Kemurnian Al-Qur’an
Dalam aplikasi atau teknologi, bisa saja terjadi kesalahan cetak atau kesalahan fatal lainnya. Nah, para penghafal Al-Qur’an berperan sebagai rujukan utama dalam mengoreksi teks apabila ada kekeliruan.
Menjadikan Al-Qur’an Akhlak Sehari-hari
Menghafal bukan cuma soal mengingat teks, tapi juga menjadikan Al-Qur’an bagian dari hidup, mengusahakan Al-Qur’an menjadi akhlak karimah yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dengan menghafal, seseorang akan lebih mudah menghayati, mentadabburi, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Mengantisipasi Ketergantungan pada Teknologi
Tidak selamanya kita bisa mengandalkan teknologi. Teknologi yang menjadi ciptaan manusia pasti ada masa berlakunya. Dalam beberapa situasi seperti kondisi darurat semisal ketika tidak ada akses ke aplikasi mushaf atau perangkat elektronik, hafalan Al-Qur’an menjadi sangat berharga.
Melatih Otak dan Kedisiplinan
Menghafal Al-Qur’an bukan hanya soal ibadah, tapi juga tentang melatih daya ingat, konsentrasi, serta upaya melatih kedisiplinan terutama dalam hal membagi waktu. banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa menghafal secara rutin dapat meningkatkan fungsi otak menjadi lebih baik.
Keutamaan Penghafal Quran
Allah menjanjikan banyak keutamaan bagi para penghafal Al-Qur’an yang mengamalkannya, sebagaimana sabda Rasulullah:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menghafal Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat.”
Dari hadits ini, kita dapat belajar bahwa menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Menghafal Al-Qur’an bukan sekedar tradisi orang-orang terdahulu, tetapi juga sebagai upaya umat islam untuk menjaga wahyu Allah agar tetap diamalkan dalam kehidupan.
Keberadaan teknologi memang memudahkan kehidupan kita di era modern ini, termasuk dalam akses ke Al-Qur’an melalui aplikasi. Namun tidak bisa menggantikan esensi dan manfaat dari hafalan. Justru di era sekarang ini, hafalan Al-Qur’an semakin penting sebagai bentuk penjagaan wahyu, peningkatan spiritualitas, dan penguatan intelektual umat islam.
Jadi, alih-alih menganggap hafalan sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman, kita justru harus melihatnya sebagai sesuatu yang perlu dijaga keberlangsungannya. Bagaimana menurut kamu? Relevankah menghafal Al-Quran ?
____
Penulis :Rahma Zuhrotul Aisyah, Santriwati Ponpes Ibnu Juraimi Yogyakarta