Yogyakarta, 21 September 2024 – Kajian Akhir Bulan (KABUL) PDPM Kota Yogyakarta yang diadakan di Masjid Wakaf Wirobrajan pada pukul 20.00 WIB, diisi oleh Ketua PWPM Yogyakarta, Ustadz Muhammad Arif Darmawan, atau yang akrab disapa Kang Arda. Acara ini bertemakan “Menyambut Milad Kokam ke-59”.
Dalam pengajian tersebut, Kang Arda mengungkapkan pentingnya masa muda melalui istilah “alfata”, merujuk pada pemahaman Al-Quran dalam Surat Al-Anbiya dan Surat Al-Kahfi. Ia menekankan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam peradaban Islam.
Kang Arda memberikan contoh-contoh pemuda yang diabadikan dalam Al-Quran, dimulai dengan Nabi Ibrahim yang menunjukkan keberanian untuk menentang ilah-ilah sesembahan pada zamannya. “Ia berani mengorbankan dirinya demi menyampaikan kebenaran,” ungkapnya. Ia juga menyebut Nabi Yusuf yang berhasil melewati ujian berat godaan seorang wanita cantik, serta kisah Ashabul Uhdud yang memilih tauhid meski harus menghadapi hukuman mati.
“Dalam menyambut Milad Kokam ke-59, mari kita hidupkan kembali semboyan Kokam: tauhid, ilmu, dan amal,” ajaknya kepada peserta.
Dalam pesannya, Kang Arda juga mengingatkan tentang kondisi darurat miras di Yogyakarta, menyerukan perlunya perjuangan bersama untuk menolak peredaran miras di kota ini. “Kita harus berjuang dengan sekuat tenaga agar Jogja terbebas dari miras,” tegasnya.
Pengajian ini dihadiri dengan antusias oleh kader Pemuda Muhammadiyah dari berbagai tingkatan, mulai dari ranting hingga pengurus daerah. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen untuk menolak peredaran miras di Yogyakarta.
Penulis Fauzi Rochman