Pernakah kalian mendengar kisah seorang perampok yang dikemudian hari menjadi sang juru tulis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam? Namanya adalah Mugihrah bin Syu’bah Ra.
Dijuluki Mughirah ar-Ra’yi karena Mughirah diartikan sebagai cerdik. Nama lengkapnya ialah Mughirah bin Syu’bah bin Abi ‘Amir bin Mas’ud bin Mu’tab bin Malik bin Ka’ab bin Amr bin Saad bin Auf bin Qais Ats-Tsaqafi. Nama kuniahnya adalah Abu Abdillah, berasal dari bani Tsaqif di Thaif, dilahirkan oleh seorang ibu yang berasal dari Bani Ashr bin Mu’awiyah pada Tahun 20 sebelum Hijrah.
Seorang Sahabat Pemberani
Mughirah memiliki tubuh yang kuat tubuhnya tinggi dan gagah, tangannya besar, rambutnya lebat, dan salah satunya matanya buta. Kebutaan tersebut ia alami karena perang Yarmuk. Ia merupakan sahabat yang dikenal wibawa, pemberani dan juga ahli strategi pertempuran. Sebelum Mughirah masuk Islam, ia merupakan seorang perampok dan pernah melalang buana ke berbagai tempat, diantara tempat yang pernah dikunjungi adalah Iskandaria, Mesir. Ia masuk Islam pada tahun 5 Hijriyah dan berhijrah pada saat perang Khandaq.
Setelah masuk Islam Mughirah memiliki jasa yang besar dalam dakwah Islam, ia juga termasuk salah satu sahabat yang aktif dalam berbagai peperangan contohnya perang Baitur Ridwan, perjanjian hudaibiyah, Perang Yamamah, pembebasan Hamazah, pembebasan syam, Iraq dan peristiwa peperangan lainnya.
Aktif Mengikuti Peperangan
Peperangan dan pembebaan tersebut merupakan bukti jasa dan peran penting Mughirah dalam menyebarkan agama Islam. Misal dalam perang Yarmuk berkobar ia kehilangan salah satu matanya (buta) untuk mempertahankan panji – panji Islam, perang Yarmuk merupakan salah satu perang terbesar antara kaum muslimin dengan Romawi Timur (Byzantium).
Perang ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab ra. pada tahun 636 M, pada perang ini kaum muslimin mampu merebut Damaskus, Palestina, Suriah, dan Mesopotania ke tangan Islam. Perang Yarmuk diibaratkan seperti pintu gerbang dan pintu masuk kaum muslimin, dengan ditaklukannya Byzantium ini menjadi pemantik semangat kaum muslimin bertambah dalam penaklukan dan memperluas wilayah Islam.
Dalam perang ini terdapat ketimpangan jumlah pasukan antara dua belah pihak, pasukan Romawi berjumlah 240.000 orang sedangkan pasukan kaum muslimin berjumlah 45.000 orang sebagaimana disebutkan dalam buku “Sosok di Balik Perang”, meski demikian kaum muslimin memenangkan perang tersebut.
Sang Juru Tulis Rasulullah Saw
Semasa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, Mughirah juga dijadikan sebagai juru tulisnya Rasulullah yang bertugas mencatat urusan mudayyanaat dan persoalan muamalah. Sebagai juru tulisnya Rasulullah Saw Mughirah juga banyak mengetahui hadis – hadis dan menjadi salah satu sahabat yang meriwayatkan hadis, ada sekitar seratus lebih hadis yang sudah diriwayatkan oleh Mughirah secara langung dari Rasulullah. Hadis – hadis yang ia riwayatkan juga diriwayatkan lagi oleh sahabat – sahabat yang lain dan ulama – ulama sesudahnya.
Dikenal sebagai sosok yang cerdik
Mengenai kecerdasan dan kepiawaian sang juru tulis Rasulullah ini, Ath – Thabari mengatakan “Tidaklah Mughirah bin Syu’bah tertimpa suatu permasalahan, kecuali pasti ia mendapatkan jalan keluarnya. Dan tidaklah ia mendapatkan dua perkataan, kecuali pasti ia memiliki akal untuk dapat menyelesaikannya.”
Mughirah wafat pada tahun 50 Hijriyah, di kota Kuffah, ia pernah menjabat gubernur dua kali di Kuffah yang ditunjuk oleh Mu’awiyah secara langsung. Ketika Mughirah meninggal ia memberikan wasiat kepada sahabatnya agar selalu bertakwa kepada Allah Taala serta selalu mendengar dan taat sampai datang pemimpin yang meggantikannya.
Dari kisah Mughirah bin Syi’bah kita bisa mengambil pelajaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi baik atas kehendak Allah Ta’ala. Bahkan orang yang mungkin sekarang kita anggap buruk bahkan penjahat sekalipun bisa berubah menjadi baik jika Allah menghendakinya, lihatlah kisah Mughirah tadi awal ia adalah seorang perampok kemudian Allah memberikannya hidayah dan apa yang terjadi? Mughirah menjadi sosok sahabat yang mempunyai peran dan jasa yang besar dalam menegakkan agama Islam, bahkan ia diangkat sebagai juru tulisnya Rasulullah.
Penulis :Nurul Wijaksono (Anggota BPK PDPM Kota Yogyakarta)