Sudahkah Kita Beristiqomah ?

Risalah Islam

Istiqomah merupakan bentuk masdar dari kata istaqama – yastaqimu – istiqaman, yang memiliki arti “menjadi tegak dan lurus”, sehingga dikatakan bahwa orang yang istiqomah adalah orang yang senantiasa “lurus” dalam menjalani kehidupannya, tidak mudah berpaling dari jalan yang dilaluinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam QS. Fushilat ayat 30 berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”

Istiqomah amalan yang dicintai

Seseorang yang istiqomah dalam kerangka tauhid, maka Insya-Allah ia akan dapat istiqomah di atas jalan yang lurus dalam segala aspek kehidupan. Dan ia pun juga akan dapat ber-istiqomah dalam segala aktivitas, dalam segala situasi dan kondisi. (Al- Jauziyah: 331 di dalam Rusdiana, 2023)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambanya yang senantiasa selalu istiqomah di jalan-Nya, yang terus melakukan aktifitas secara rutin walaupun kecil, Allah SWT akan lebih mengapresiasi sekecil apapun aktivitas yang dilakukan secara rutin, daripada tidak melakukan kebaikan sama sekali.

Jadi, istiqomah itu usaha untuk selalu menjaga perbuatan baik di jalan Allah SWT secara konsisten dan tidak berubah.Istiqomah sangat dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

“Laksanakan amalan semampu kalian. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian (sendiri) yang bosan. Sesunguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun sedikit”. (HR. Abu Daud)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di dalam hadits yang lainnya, beliau bersabda:

“Pada suatu hari seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Ya Rasulullah, katakanlah padaku dalam Islam suatu kata yang aku tidak akan bertanya kepada orang lain setelahmu.’ Maka beliau bersabda: ‘Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah (tegaklah)”. (HR. Muslim)

Urgensi istiqomah

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menggarisbawahi pentingnya istiqomah dalam kehidupan. Ini menunjukkan bahwa iman harus diikuti dengan keteguhan dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam di dalam kehidupan sehari-hari.

Mari pahami bahwa istiqomah tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga mencakup perilaku dan akhlak sehari-hari. Kita harus berkomitmen untuk menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Bagi mereka yang senantiasa selalu istiqomah dengan melakukan ibadah dijalan Allah SWT, pintu surganya terbuka lebar dan limpahan nikmat maupun rezeki akan menjadi ganjarannya. Didalam QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13-14 Allah berfirman :

أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”

Sudahkah kita beristiqomah ?Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk kita menuju jalan Istiqomah. Aamiin ya rabb

____

Penulis :H. Amien Mujaddid, Wakil ketua PDPM bidang ekonomi dan kewirausahaan PDPM Kota Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *