Saat kita mengalami sebuah masalah, terkadang ada yang merasa bahwa seolah langit telah runtuh. Dia merasa bahwa dunianya menjadi gelap, dia merasa telah kehilangan segalanya, dia merasa dia telah jatuh sejatuhnya.
Apakah memang demikian? Sadarkah kita bahwa dunia ini hanyalah sebuah permainan?
Ketika kita bermain petak umpet dengan teman kita, lalu kita kalah dalam permainan itu, apakah kita akan sedih sesedih-sedihnya? Tentu tidak kan? Karena itu hanyalah sebuah permainan. Setelah bermain, kita kembali menjalani kehidupan kita yang sesungguhnya.
Sama dengan dunia ini. Dunia ini adalah sebuah permainan dan senda gurau yang singkat saja. Setelah dunia ini berakhir, kehidupan kita yang sesungguhnya baru dimulai; yaitu kehidupan akhirat. Allah SWT berfirman: “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: Ayat 32)
Nah, jadi, jika kita merasa gagal, jika kita merasa jatuh, jika kita merasa seluruh manusia membenci kita, jika kita merasa semuanya telah berakhir, ucapkan kata-kata bijak tentang kesedihan dan kebahagiaan yang ini:” Santai bro, Sis! Dunia ini hanyalah sebuah permainan.
Segala upaya dan daya dikerahkan oleh banyak orang untuk menggapai kenikmatan dunia. Dimata mereka seakan kenikmatan dunia adalah segalanya. Mereka berfikir, tanpa kenikmatan dunia tidak mungkin mereka meraih kebahagiaan hakiki.
Sebuah prasangka yang keliru. Dunia telah menipu mereka, mereka tidak mengerti tentang hakikat kehidupan dunia ini.
Allah Azza wa Jalla berfirman :
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabût 29: 64)
Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang hakiki, kehidupan yang sebenarnya, yaitu kehidupan yang terus menerus, tetap, dan kekal.
Jangan lupa tersenyum dan bersyukur ya! Karenanya kebahagiaan, kelancaran dan keberkahan hidup akan diberikan Allah SWT kepada kita.
Penulis : H. Amien Mujaddid
wakil Ketua bidang ekonomi dan kewirausahaan PDPM Kota Yogyakarta