Dr. Fitriah M.Suud, M.Ag
Dosen Program Studi S3 Psikolgi Pendidikan Islam UMY
Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Inovasi Hobi Kreatif Bermakna sebagai Strategi Pengembangan Diri Anak Disabilitas” di Karanganyar pada Sabtu, 3 Mei 2026. Bersama Forum Buah Hati Intan Pari dan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (PPRBM) Solo Sebanyak 42 anak berkebutuhan khusus usia 4 hingga 12 tahun mengikuti sesi deteksi minat dan bakat yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas, Down Syndrome, dan autisme.

Kegiatan ini diketuai Dr. Fitriah M. Suud dan melibatkan anggota Dr. Anniez Rechmawati dari Universitas Sahid (USAHID) Surakarta serta Dr. Mirawati, M.Psi dari Universitas Potensi Utama (UPU) Medan. Mahasiswa S3 PPI UMY, Niken Setyaningrum, M.Kep dan Husnul Khotimah, turut terlibat langsung sebagai pendamping lapangan. Terwujudnya kegiatan ini juga tidak lepas dari peran Ibu Istini Anggoro, Program Manager PPRBM Solo salahsatu lembaga yang berdedikasi mendorong terwujudnya masyarakat inklusif melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Bapak Hardi, Ketua Forum Buah hati Intan Pari Karanganyar, yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program yang dinilai sangat berarti bagi keluarga anak berkebutuhan khusus di wilayah Karanganyar. Sambutan dilanjutkan oleh Dr. Fitriah M. Suud, Ketua Kegiatan Pengabdian UMY, yang sekaligus meresmikan pembukaan acara.
“Terima kasih kepada seluruh peserta dan orang tua yang telah hadir. Hal ini kita lakukan untuk melihat kecenderungan minat dan bakat pada anak-anak kita, agar kedepannya dapat lebih mudah mengarahkan masa depan anak-anak kita sesuai dengan bakat dan potensi yang mereka miliki.”- Dr. Fitriah M. Suud
Dalam kegiatan inti, seluruh peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok berisi sekitar 10 anak. Setiap kelompok secara bergiliran mengikuti empat pos minat bakat yang telah disiapkan, masing-masing selama 15 menit. Keempat pos tersebut meliputi finger printing kegiatan meliputi mengenal warna, mewarnai gambar dan melihat konsentrasi anak, pos seni untuk mengamati ekspresi kreatif dan visual anak, pos musik untuk mengukur kepekaan terhadap ritme dan bunyi, serta pos olahraga untuk melihat koordinasi motorik dan minat gerak fisik masing-masing anak.

Setelah seluruh sesi selesai, data rekap dari keempat pos dikumpulkan untuk diolah oleh tim penilai. Hasil analisis ini diharapkan menjadi peta awal potensi setiap anak sebagai dasar pengembangan hobi kreatif yang bermakna dan sesuai dengan karakter masing-masing peserta.
“Semoga kedepannya pihak UMY dapat terus menjalin kerja sama dengan kami, dan mungkin ke depannya bisa diadakan konseling untuk para orang tua wali.” Ujar apak Hardi, Ketua Forum Buah hati Intan Pari Karanganyar
Harapan Bapak Hardi selaras dengan semangat tim pengabdian UMY untuk menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal kerja sama yang berkelanjutan. Ke depan, program konseling bagi orang tua dan wali anak berkebutuhan khusus menjadi agenda yang ingin diwujudkan bersama PPRBM Solo dan Forum Buah hati Intan Pari demi pendampingan yang lebih holistik bagi seluruh keluarga di Karanganyar.
